Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2026 |12:33 WIB
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Ledakan akibat serangan Iran di Bahrain.
A
A
A

TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran telah melancarkan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut setelah Washington melancarkan gelombang serangan yang berlangsung selama lebih dari lima jam.

Komando Pusat AS mengumumkan tak lama kemudian bahwa mereka telah "mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut," dengan ledakan hebat dilaporkan di beberapa wilayah Iran. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut berhasil menyerang target militer di seluruh Iran, termasuk Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas.

Sebagai balasan, IRGC melakukan serangan terhadap beberapa fasilitas militer AS di wilayah tersebut, termasuk "gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit," dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

“Serangan ini merupakan tanggapan terhadap konfrontasi tadi malam di Selat Hormuz,” demikian diumumkan IRGC, sebagaimana dilansir RT. Pernyataan itu menambahkan bahwa “operasi pembalasan” terhadap serangan AS terbaru “masih berlangsung.”

IRGC juga telah mengeluarkan pernyataan kepada rakyat Yordania, mengatakan bahwa mereka telah menyerang sebuah pangkalan udara yang telah digunakan oleh militer Amerika untuk melakukan serangan terhadap Iran.

“Anda tahu bahwa kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara Anda; sebaliknya, kami sangat mencintai Anda, rakyat yang mulia. Anda memahami rasa sakit dan penderitaan rakyat Palestina lebih baik daripada bangsa lain mana pun, dan Anda menyadari kejahatan rezim Zionis (Israel),” kata IRGC.

 

Presiden AS secara resmi memberitahukan Kongres tentang niatnya untuk memperbarui serangan "defensif" terhadap Iran, menurut surat tertanggal Jumat yang diperoleh oleh New York Times, Politico, dan media lainnya. Gedung Putih berpendapat bahwa langkah ini memberi pemerintah tenggat waktu baru 60 hari sebelum harus meminta persetujuan Kongres.

Trump juga mengklaim bahwa Washington "mengambil alih" Selat Hormuz, hambatan pasokan energi global yang penting, dan akan mengenakan biaya kepada kapal sebesar 20 persen untuk semua kargo yang dikirim sebagai imbalan atas perlindungan. Washington juga akan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan melarang kapal milik Iran atau pelanggannya untuk melintas, tambahnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement