Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Krisis Air Bersih Ancam 3 Kabupaten di Jateng, 16 Ribu Warga Terdampak

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2026 |16:24 WIB
Krisis Air Bersih Ancam 3 Kabupaten di Jateng, 16 Ribu Warga Terdampak
Ilustrasi kekeringan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.

“Dampak musim kemarau masih menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Klaten. Sedikitnya 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa terdampak di empat desa yang berada di Kecamatan Kemalang, antara lain Desa Kendalsari, Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, dan Desa Sidorejo,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa.

Aam, sapaan Abdul Muhari, menambahkan BPBD Kabupaten Klaten terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melaksanakan pendistribusian air bersih. Selama periode 15 Juni hingga 13 Juli 2026, sebanyak 236 tangki atau sekitar 1.180.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di Desa Kendalsari (46 tangki air), Desa Tegalmulyo (51 tangki air), Desa Tlogowatu (67 tangki air), dan Desa Sidorejo (72 tangki air).

Aam mengatakan, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas. Kekeringan yang dipicu musim kemarau berdampak pada sedikitnya 1.820 kepala keluarga atau 5.648 jiwa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Purwokerto Timur, Karanglewas, Sumpiuh, Jatilawang, Cilongok, dan Kemranjen.

BPBD Kabupaten Banyumas, kata Aam, bersama otoritas daerah setempat menyiapkan sarana penampungan air. Pada Senin 13 Juli, BPBD mendistribusikan masing-masing 5.000 liter air bersih ke dua titik di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, menggunakan truk tangki air. 

“Selain itu, air bersih juga telah disalurkan langsung kepada warga melalui toren berkapasitas 2.000 liter serta penampungan air yang tersedia,” ujarnya.

Di Kabupaten Pemalang, kata Aam, kekeringan juga masih berlangsung dan berdampak pada sedikitnya 2.923 kepala keluarga di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan hingga 30 November 2026.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement