Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2026 |08:54 WIB
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Ilustrasi.
A
A
A

TEHERAN - Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat (AS) menerima syarat-syarat Teheran untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut. Pernyataan itu diumumkan di tengah meningkatnya serangan antara kedua belah pihak setelah perang kembali pecah pekan lalu.

Menurut kantor berita semi-resmi Mehr News Agency, juru bicara militer Iran Mohammad Akrami-Nia mengatakan pada Rabu (15/7/2026) bahwa kendali atas selat tersebut harus berada di bawah wewenang Iran sebelum dapat dibuka kembali.

Ia mengatakan Washington harus mematuhi ketentuan kesepakatan perdamaian kerangka kerja bulan lalu, menghentikan apa yang disebutnya sebagai tindakan permusuhan, dan menerima aturan Iran yang mengatur selat tersebut, demikian dilansir TRT.

Akrami-Nia menambahkan bahwa aksi militer AS yang berkelanjutan tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur air tersebut.

Sementara itu, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Kamis (16/7/2026) pagi bahwa operasi mereka saat ini difokuskan pada penghancuran infrastruktur ofensif AS di seluruh wilayah, menambahkan bahwa fase-fase selanjutnya dari kampanye tersebut akan menyusul.

Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi mengatakan di platform media sosial X bahwa "musuh" tidak boleh berasumsi bahwa mereka dapat mempertahankan jalannya pertempuran saat ini atau mengubah konflik menjadi perang gesekan.

Dia mengatakan bahwa operasi Iran saat ini difokuskan pada penghancuran infrastruktur ofensif AS di kawasan tersebut dan bahwa fase selanjutnya akan dimulai setelahnya.

‘Serangan Tambahan’

Pernyataan tersebut disampaikan setelah gelombang ledakan baru dilaporkan di beberapa kota di Iran, sementara Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap negara tersebut.

CENTCOM mengatakan serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang terkait dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur utama perdagangan global.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, dengan pasukan Amerika menyerang Iran, dan Teheran membalas dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut meskipun ada kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan untuk mencapai penyelesaian yang langgeng.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement