JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk pembebasan 4 ABK WNI, yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 yang disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026.
Langkah itu dilakukan lantaran 4 ABK tersebut bekerja di kapal asing. Untuk itu, Mukhtarudin akan berkoordinasi dengan Kemlu.
"Ya itu di Kemlu. Saya koordinasi sama Kemlu dulu ya, karena itu kapal asing, kapalnya kapal asing, dan nanti kita koordinasi sama dari Kemenlu, KBRI-nya seperti apa tindak lanjutnya," ujar Mukhtarudin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Kendati demikian, Mukhtarudin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Apalagi, kata dia, pihaknya kerap melangsungkan rapat dengan Kemlu setiap minggunya.
"Tapi kita tetap lakukan koordinasi, kok. Setiap minggu kita ada rapat bersama, koordinasi bersama untuk mengatasi persoalan-persoalan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, khususnya pekerja migran. Nanti kita update," ujar Mukhtarudin.