Melihat keberhasilan tersebut, masyarakat mengusulkan penambahan sebanyak 238 unit Huntap mandiri baru. Pembangunan 238 unit mandiri ini akan dilakukan secara simultan atau bersamaan dengan pembangunan kompleks Huntap utama yang akan dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).
"Kami mengapresiasi solusi partisipatif dari pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Pembangunan 238 unit huntap mandiri ini akan segera dibangun, semoga ini bersamaan dengan pembangunan huntap dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga proses pemulihan warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki bisa selesai lebih cepat dan efektif," ungkap Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Pada hari yang sama, Kepala BNPB juga mendatangi Pos Pemantauan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki yang berada di Desa Pululera, Kecamatan Titehena, untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan aktivitas Gunungapi Lewotobi Laki-Laki.
Pemerintah pusat melalui BNPB bersama pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur terus bersinergi serta berkomitmen penuh untuk mendampingi dan hadir di tengah masyarakat terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki.
"Erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki hingga saat ini masih berlangsung. Berdasarkan laporan dari pos pemantauan gunungapi pada hari ini, sempat terjadi erupsi kurang lebih 800 meter dari kawah gunung, sehingga masyarakat dilarang mendekat ke arah gunung dalam radius 6-7 kilometer," kata Suharyanto.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.