IRGC menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut mencoba melintasi jalur air strategis tersebut di bawah apa yang mereka sebut sebagai "paksaan AS".
"Jalur ini tidak aman untuk pengangkutan pupuk kimia atau bahkan setetes minyak dan gas," demikian peringatan dari IRGC, menambahkan bahwa koridor tersebut akan tetap tidak aman selama operasi militer AS di wilayah tersebut berlanjut.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran menggunakan Hormuz sebagai alat tawar-menawar, dan ia telah menyerukan negara-negara lain untuk "meningkatkan peran mereka".
AS tetap terbuka untuk solusi diplomatik di Iran, tambah Rubio.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.