Starmer Mundur Setelah Didesak Partai
Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada Juni 2026, setelah berbulan-bulan menghadapi gejolak politik dalam negeri.
Meski berhasil membawa Partai Buruh meraih mayoritas besar pada Pemilu 2024, Starmer terus mendapat kritik karena dinilai gagal menghadirkan perubahan cepat setelah 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif.
Tekanan terhadap Starmer semakin menguat setelah pemilihan lokal pada Mei 2026, ketika Partai Buruh kehilangan lebih dari 1.000 kursi dewan. Hasil tersebut dipandang luas sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kinerja pemerintah.
Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Starmer mengatakan telah menerima keputusan partainya dengan lapang dada.
"Pertanyaan yang diajukan partai saya sekarang adalah apakah saya orang yang paling tepat untuk memimpin kita menuju pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada," ujarnya.