"Melalui PKBM berbasis asrama, anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan sekaligus pembinaan karakter dalam lingkungan yang mendukung proses belajar mereka," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah peserta didik yang mengikuti program PKBM berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memperoleh pekerjaan, bahkan mengabdikan diri sebagai aparatur negara.
"Pengalaman ini menunjukkan bahwa ketika akses pendidikan diberikan secara merata, anak-anak Papua memiliki kemampuan untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun negara," ujarnya.
Dia berharap, pemerintah terus memperkuat kebijakan pendidikan melalui pengembangan PKBM, penyediaan tenaga pendidik yang memadai, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, serta perluasan akses layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T.
"Ketika pendidikan nonformal berbasis komunitas dikembangkan dengan baik dan didukung nilai-nilai multikultural,”ujarnya.
“Maka pendidikan tidak hanya memperluas akses belajar, tetapi juga memperkuat modal sosial dan budaya masyarakat. Inilah fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan kampung yang berkeadilan, inklusif, dan tetap berakar pada identitas budaya Papua," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.