Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2026 |12:45 WIB
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain (foto: dok trtworld)
A
A
A

JAKARTA - Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai aksi balasan atas serangan terbaru Washington terhadap Teheran.

Dilansir dari trtworld, Sabtu (25/7/2026). Pemerintah Iran menegaskan, bahwa setiap fasilitas atau pangkalan militer di Timur Tengah yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai sasaran yang sah untuk dibalas.

Militer Iran menyatakan, telah melaksanakan operasi yang menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di tiga negara tersebut. Sementara itu, Garda Revolusi Iran pada Jumat juga mengklaim telah menyerang pusat data milik Amazon di Bahrain, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran. Hingga kini, baik Amazon maupun pemerintah Bahrain belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

Amerika Serikat juga belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas maupun personel militernya di kawasan.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, militer Iran menyebut Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze Arash. Target yang disebut meliputi tangki bahan bakar, gudang peralatan dan silo, serta barak personel militer AS.

Seorang jurnalis AFP di Bahrain melaporkan terdengarnya ledakan dan sirene peringatan pada Jumat. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan.

Di sisi lain, pemerintah Bahrain menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara yang diluncurkan Iran. Manama juga menuduh Teheran telah menargetkan warga sipil.

 

Militer Iran turut mengklaim melancarkan serangan pesawat nirawak ke Yordania dengan sasaran hanggar pesawat, hanggar perawatan penerbangan, serta barak di Pangkalan Al-Azraq.

Namun, militer Yordania menyatakan berhasil mencegat tujuh rudal dan enam drone yang diluncurkan Iran pada Jumat. Otoritas setempat menegaskan operasi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.

Dalam pernyataan terpisah, militer Iran juga mengaku mengirimkan drone ke gudang peralatan milik AS di Camp Udairi, serta lokasi personel militer Amerika di Camp Doha dan Camp Arifjan, Kuwait.

Garda Revolusi Iran menyebut telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Mereka mengklaim berhasil menghancurkan gudang amunisi dan menimbulkan korban di pihak personel militer AS.

Selain itu, Garda Revolusi juga mengaku menyerang silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi, Kuwait, serta menara pengawas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.

 

Iran kembali menegaskan bahwa seluruh fasilitas atau pangkalan di Timur Tengah yang dimanfaatkan militer Amerika Serikat untuk menyerang wilayahnya merupakan target yang sah dalam operasi balasan.

Sementara itu, Kepala Komando Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, melontarkan ancaman kepada personel militer Amerika Serikat di kawasan.

"Kami telah menyiapkan tiket satu arah gratis ke neraka untuk kalian," kata Abdollahi, seperti dikutip televisi pemerintah Iran.

Ia juga menyatakan, "Untuk setiap warga negara Republik Islam Iran yang bangga dan gugur sebagai martir, satu anggota militer Amerika akan dikirim ke neraka."
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement