Dalam hal ini, Boyamin memberikan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya yang sudah berani dan tegas mengusut serta membongkar praktik dugaan korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah. Selain itu, Ia juga melihat Polri sudah berusaha keras menyukseskan dan mendukung semua program Presiden.
"Tapi ketika bicara prestasi, ketika bicara kinerja, menurut saya masih oke semua. Baik berkaitan dapur MBG, ketahanan pangan jagung, juga memperbaiki kinerja manajemen kepolisian, melayani masyarakat terus juga apapun prestasi memberantas korupsi membongkar korupsinya Febrie Adriansyah yang nilainya cukup fantastis itu," ujar Boyamin.
Sementara, Boyamin meyakini, belum ada urgensi atau tanda-tanda pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. "Karena kalau diganti kesannya tidak mendukung pemberantasan korupsi yang sedang ditangani getolnya oleh Kortas Tipikor Polri," ucap Boyamin.
Boyamin menyebut, pergantian pimpinan lembaga merupakan sepenuhnya kewenangan Presiden.
"Dan saya belum melihat tanda-tanda bahwa presiden mau mengganti kapolri. Dan menurut saya saat ini justru tidak ada atau belum ada urgensi mengganti Kapolri. Karena apapun prestasi membongkar korupsi Febrie Adriansyah harus diapresiasi," tutup Boyamin.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.