Prabowo juga mengajak pemerintah daerah mempertahankan estetika bangunan dan mempertimbangkan penggunaan material yang dinilainya lebih sesuai dengan kondisi Indonesia. “Estetika, keindahan harus kita pertahankan. Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai, kalau tidak kita harus cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng,” ucapnya.
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyoroti penggunaan atap seng yang menurutnya cepat mengalami korosi dan dapat berdampak terhadap kesehatan.
“Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru, padahal dia nggak merokok. Dari mana? Ya, dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi,” kata Prabowo.
Menutup pesannya, Prabowo meminta para gubernur, bupati, dan wali kota terus menjaga kelestarian lingkungan serta kebersihan di wilayah masing-masing demi menciptakan Indonesia yang lebih indah dan menarik bagi wisatawan.
“Jadi saya anjurkan gubernur, bupati, wali kota, semua instansi di bidang masing-masing lestarikan alam, jaga kebersihan,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.