Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemprov DKI Pastikan Lahan Ciangir Bukan Pengganti Bantargebang, Jadi Kawasan Peternakan

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2026 |21:15 WIB
Pemprov DKI Pastikan Lahan Ciangir Bukan Pengganti Bantargebang, Jadi Kawasan Peternakan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan lahan di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, akan difokuskan menjadi Kawasan Peternakan terintegrasi yang akan dikelola Perumda Dharma Jaya. Hal tersebut menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan sebagai tempat alternatif TPST Bantargebang.

"Tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan," kata Pramono di Ciangir, Jumat (31/7/2026).

Pramono menyampaikan pembangunan infrastruktur di lahan tersebut akan dimulai pada November dengan total investasi sekitar Rp1 triliun. Ia berharap pengembangan kawasan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta pemberdayaan pelaku usaha.

"Dan juga saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, dan Badan Aset untuk yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta bisa dimulai lebih awal," ujarnya.

Diketahui, kawasan Ciangir memiliki luas hampir 100 hektare milik Pemprov DKI Jakarta yang pemanfaatannya terbagi untuk sejumlah fungsi. Sekitar 40 hektare dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendukung pengolahan organik, termasuk melalui budi daya maggot, serta kegiatan pendukung lainnya.

Sementara itu, sekitar 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan Jakarta. Lahan lainnya merupakan bagian dari kontribusi aset Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyebut pihaknya akan mengembangkan area tersebut sebagai Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir.

"Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.

Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir seluas 20 hektare dirancang sebagai pusat peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kemudian, akan tersedia kandang penggemukan dan karantina sapi, gudang pakan, laboratorium, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, hingga cadangan lahan untuk hijauan pakan ternak.

Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement