Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa M5,5 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 01 Agustus 2026 |07:13 WIB
Gempa M5,5 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,5 Guncang Seram Bagian Timur Maluku (foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA - Gempa mengguncang wilayah Pantai Utara Seram Bagian Timur, Maluku dengan kekuatan M5,5 pada hari Sabtu, 01 Agustus 2026, pukul 03:19:29 WIB. BMKG memastikan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 14 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.84° LS; 130.23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 Km arah barat laut Seram Bagian Timur, Maluku.

Wijayanto mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona Seram Fold and Thrust Belt. 

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya.

 

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Bula Barat, Seram Bagian Timur; Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah; Bula, Seram Bagian Timur

Wijayanto memastikan hingga pukul 03:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempa bumi pendahuluan (foreshock), dengan magnitudo terbesar M4.8 dan adanya 2 (dua) aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4.6.

BMKG, kata Wijayanto, akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

“Himbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” imbaunya. 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement