Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Catat 34 Bencana dalam 24 Jam, Karhutla Masih Mendominasi

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 01 Agustus 2026 |12:35 WIB
BNPB Catat 34 Bencana dalam 24 Jam, Karhutla Masih Mendominasi
Karhutla (Foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (31/7) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31 kejadian dilaporkan berdampak signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kejadian bencana dalam periode tersebut didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah daerah.

"Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah kejadian baru didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kekeringan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2026).

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, karhutla terjadi pada Kamis (30/7). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kebakaran dipicu cuaca yang sangat terik sehingga lahan mudah terbakar dan api cepat menjalar.

"Hasil kaji cepat sementara oleh tim BPBD Kabupaten Pinrang, kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan yang masuk wilayah Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Paleteang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kondisi terkini, Jumat (31/7), api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan," kata Abdul Muhari yang akrab disapa Aam.

 

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan luas lahan terbakar sekitar empat hektare. Titik api berada di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang. BPBD menduga kebakaran dipicu kelalaian warga yang membakar lahan untuk membuka area tanaman palawija. Api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan di lokasi.

Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Trenggalek pada Jumat (31/7) pukul 13.24 WIB. Titik api berada di RT 07/RW 02, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Cuaca panas disertai angin kencang menyebabkan api cepat membakar lahan kering yang dipenuhi dedaunan dan rumput. Sekitar dua hektare lahan terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas gabungan.

Sementara itu, penanganan karhutla di Kota Lhokseumawe, Aceh, juga telah selesai. Berdasarkan laporan per Jumat (31/7), kebakaran yang melanda lahan di Gampong Alulim, Kecamatan Blang Mangat, berhasil dipadamkan setelah membakar sekitar 10 hektare lahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat bencana kekeringan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kekeringan berdampak pada 1.096 jiwa dari 390 kepala keluarga. BPBD setempat telah menyalurkan 28.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sementara di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, sebanyak 296 kepala keluarga atau 916 jiwa terdampak kekeringan. BPBD telah melakukan pendataan, asesmen, serta menyalurkan 4.400 liter air bersih bagi masyarakat.

 

Di sisi lain, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Kamis (30/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya tujuh rumah warga.

"Sebanyak tujuh kepala keluarga terdampak. Kerugian material berdasarkan asesmen BPBD Kota Binjai menyebutkan sedikitnya tujuh rumah warga mengalami rusak sedang. Tim gabungan telah melakukan gotong royong pembersihan material dampak dari angin kencang," ujar Aam.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau, terutama ancaman karhutla dan kekeringan. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah-langkah pengurangan risiko bencana.

"Masyarakat juga diimbau untuk mendukung upaya-upaya pengurangan risiko bencana di tengah ancaman karhutla selama musim kemarau. Menghadapi bahaya kekeringan, warga diharapkan bijak untuk memanfaatkan air dalam kebutuhan sehari-hari," imbau Aam.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement