Ia juga mengingatkan masyarakat telah terlalu lama dihadapkan pada narasi yang memicu perpecahan. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah mempercayai konten yang belum terverifikasi, serta mengarahkan energi bersama untuk mendukung pembangunan dan menjaga persatuan.
“Kita sudah lelah diadu domba oleh sesama anak bangsa melalui informasi yang belum tentu benar. Jangan biarkan media sosial menjadi arena konflik yang dibangun di atas hoaks dan provokasi. Saatnya seluruh elemen bangsa bersatu,” katanya.
Bangsa Indonesia, kata Sri, memiliki tantangan besar yang harus diselesaikan bersama. Energi nasional seharusnya diarahkan untuk mengawal program-program prioritas Presiden, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan, bukan terus-menerus habis untuk melayani perang narasi yang tidak berdasarkan fakta.
Sri menekankan menjaga ruang digital merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya sehingga ruang digital menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan alat pemecah belah.
“Negara harus hadir menjaga ruang digital yang sehat. Penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan hukum. Masyarakat Indonesia berhak mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya, sehingga ruang digital menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan alat untuk memecah belah masyarakat,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.