Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Dr. Syam menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tidak boleh terhalang oleh keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis.
"Melalui gerakan ini, kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar dan tidak putus sekolah di kemudian hari," katanya.
Gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya angka anak tidak sekolah di Lombok Barat yang mencapai 7.349 jiwa berdasarkan data Kementerian Pendidikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dr. Syam menilai pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama melalui peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.
"Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk terus datang ke sekolah serta bersama-sama menekan angka putus sekolah di Lombok Barat," ujarnya.