Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Pekerja di Aeon Mall Tewas Disuruh Bos Masuk Lagi demi Ambil Uang Usai Gempa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 04 Agustus 2026 |17:35 WIB
Dua Pekerja di Aeon Mall Tewas Disuruh Bos Masuk Lagi demi Ambil Uang Usai Gempa
AEON Mall di Kumamoto runtuh setelah gempa dahsyat yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, 28 Juli 2026.
A
A
A

KUMAMOTO - Kematian dua pegawai akibat ledakan di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang runtuh setelah gempa bumi dahsyat yang mengguncang Jepang pekan lalu telah memicu kritik terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Pasalnya, kedua pegawai tersebut telah berhasil melakukan evakuasi dari bangunan sebelum ledakan, tetapi disuruh masuk kembali ke gedung oleh bos mereka untuk mengambil uang tunai.

Perusahaan tempat mereka bekerja, toko barang umum Habita, telah meminta maaf atas "kehilangan dua nyawa yang berharga".

Kedua pekerja tersebut termasuk di antara 38 orang yang tewas dalam gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter di Prefektur Kumamoto pada 28 Juli. Tujuh dari korban tewas berasal dari Aeon Mall.

"Instruksi yang diberikan pada saat itu tidak tepat, dan saya sangat menyesalinya," kata direktur penjualan Habita, Goji Yuse, seperti dilaporkan NHK.

Salah satu dari dua pekerja tersebut telah diidentifikasi sebagai Kurumi Otake, 22 tahun. Identitas karyawan lain yang meninggal belum diumumkan.

Keluarga Otake mengatakan kepada media lokal bahwa ia bertemu dengan seorang kerabat di luar Aeon Mall setelah gempa bumi.

Ia mengatakan kepada kerabatnya bahwa ia harus kembali masuk karena perusahaannya memintanya untuk memindahkan uang dari mesin kasir ke brankas.

 

Hal ini dikonfirmasi oleh dua perwakilan perusahaan, yang menghadiri acara penghormatan terakhir Otake pada Minggu (2/8/2026) dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan bagaimana melanjutkan masalah ini, lapor NHK.

"Jika mengingat kembali sekarang, itu tidak sebanding dengan nyawa," kata Yuse kepada wartawan di acara duka, lapor Kyodo.

Kerabat Otake menggambarkannya sebagai seseorang dengan "rasa keadilan yang kuat". Ia telah mendukung ibunya setelah ayahnya meninggal tiga tahun lalu, lapor Asahi Shimbun.

"Jika dia tidak kembali ke dalam toko saat itu, Kurumi masih akan bersama keluarganya hari ini," kata kerabat tersebut.

Meskipun sebagian besar orang di Aeon Mall telah dievakuasi tak lama setelah gempa, beberapa karyawan masih berada di gedung sekitar satu jam kemudian, ketika sebuah ledakan mengguncang mal tersebut.

"Putri saya tidak akan kembali," media lokal melaporkan pernyataan ibunya.

Habita didirikan pada tahun 1976 dan mengoperasikan lebih dari 10 toko di beberapa prefektur.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement