Menurut pengakuan Saepul, korban masih memberikan perlawanan meski telah mengalami luka tusuk. Hal itu membuat emosinya semakin memuncak hingga akhirnya menggorok leher korban.
"Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, Bang. Terus saya pegang aja kepalanya, tangan dia kan udah nggak bisa (melawan) karena megang perut, terus saya pegang aja kepalanya, terus saya gorok," ungkapnya.
Usai membunuh korban, Saepul mengaku memutilasi jasad korban menggunakan pisau yang sama. Ia beralasan tindakan tersebut dilakukan agar jasad korban lebih mudah dipindahkan.
"Karena susah bawanya juga, Bang, di situ kan ramai orang dan perumahan juga," kata Saepul.
Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi alat bukti dan menguji keterangan tersangka untuk mengungkap secara utuh kronologi serta motif pembunuhan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.