Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Gaungkan Penguatan Pesantren dan Ukhuwah Nahdliyah

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |02:05 WIB
Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Gaungkan Penguatan Pesantren dan Ukhuwah Nahdliyah
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin (Foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Dukungan terhadap KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin terus menguat menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini, dukungan datang dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten, dalam agenda silaturahim yang digelar di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Kabupaten Lebak, pada Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus forum penyampaian gagasan Gus Rozin mengenai arah penguatan organisasi NU ke depan. Di hadapan para pengurus PWNU dan PCNU se-Banten, ia menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah nahdliyah, memajukan pesantren, serta meneguhkan posisi NU sebagai Shodiqul Hukumah atau mitra strategis pemerintah.

Menurut Gus Rozin, kekuatan Nahdlatul Ulama harus diawali dengan solidnya persaudaraan di lingkungan internal organisasi.

"Ukhuwah Nahdliyah ini adalah ukhuwah antara jamaah dan jam'iyah," ujar Gus Rozin dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Ia menilai, persaudaraan yang kokoh menjadi modal utama bagi NU untuk terus menjalankan khidmat kepada umat sekaligus menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

 

Selain memperkuat ukhuwah, Gus Rozin menegaskan, bahwa masa depan NU tidak bisa dilepaskan dari kemajuan pesantren sebagai basis utama lahirnya kader dan nilai-nilai keislaman.

"Menguatkan NU itu menguatkan pesantren. NU adalah pesantren besar. Yang menjaga moral bangsa ini adalah NU yang tidak lain pondasi utamanya adalah pesantren," katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran NU di semua tingkatan kepengurusan untuk menjadikan pengembangan pesantren sebagai agenda bersama.

"Pengembangan pesantren adalah tanggung jawab semua elemen di Nahdlatul Ulama pada semua tingkat kepengurusan," tegasnya.

Dalam paparannya, Gus Rozin juga menyoroti pentingnya menjaga posisi NU sebagai Shodiqul Hukumah. Menurutnya, hubungan NU dengan pemerintah harus dibangun sebagai kemitraan yang saling menguatkan demi mewujudkan kemaslahatan masyarakat.

"Menjadikan NU sebagai Shodiqul Hukumah, karena NU dan negara ini memiliki tujuan yang sama. Kalau ada yang salah dalam mengambil kebijakan publik, kita yang mengingatkan," ujarnya.

 

Ia menegaskan, NU harus tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang independen, mampu memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menyampaikan kritik secara konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum sejalan dengan kepentingan umat.

Gus Rozin juga menilai, NU harus terus menjaga perannya sebagai poros tengah yang mampu merawat persatuan bangsa, mengedepankan kemaslahatan umat, serta menjadi perekat di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sesi dialog, mayoritas peserta dari PWNU dan PCNU se-Banten menyatakan dukungan terhadap gagasan yang disampaikan Gus Rozin. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian dari konsolidasi internal warga Nahdliyin menjelang Muktamar NU, yang akan menentukan arah kepemimpinan dan agenda strategis organisasi ke depan.

Silaturahim ini sekaligus mempertegas komitmen PWNU Banten dan PCNU se-Banten untuk terus memperkuat ukhuwah nahdliyah, memajukan pesantren, serta menjaga peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement