BOGOTA - Kolombia telah menetapkan masa berkabung selama tiga hari untuk menghormati para korban gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi pada Senin (10/8/2026). Jumlah korban tewas akibat gempa telah meningkat menjadi 265 orang, dengan setidaknya 3.494 orang terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
Presiden Abelardo de la Espriella mengumumkan bahwa bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintah dan kantor perwakilan diplomatik.
Gempa yang terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) pada Senin di dekat San Jose del Palmar, Choco, pada kedalaman 107 kilometer ini merupakan gempa paling mematikan yang melanda Kolombia pada abad ini.
Tim tanggap darurat bekerja sepanjang waktu di kota-kota besar seperti Pereira dan Cali, dengan mengerahkan alat berat, anjing pelacak, serta membentuk rantai manusia.
"Upaya kami difokuskan pada pencarian mereka yang hilang," ujar De La Espriella.
Berdasarkan penilaian kerusakan yang dirilis oleh Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD), gempa tersebut menghancurkan 9.215 rumah dan merusak 45.457 rumah lainnya, yang memicu penetapan status bencana nasional.
Direktur UNGRD, David Santiago Tamayo, mengumumkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengerahan tim penyelamat teknis dari empat negara mitra—AS, Israel, Ekuador, dan El Salvador—dengan alasan adanya kriteria operasional yang ketat.
Kebijakan tersebut menuai kritik dari mantan Presiden Gustavo Petro, yang menulis di platform X: "Adalah sebuah kesalahan untuk menerapkan filter ideologis terhadap bantuan internasional."
Para pejabat mengklarifikasi bahwa Kolombia tidak secara resmi menolak bantuan dari negara mana pun.
Terlepas dari perdebatan tersebut, kelompok sukarelawan sipil asal Meksiko, Brigada Internacional de Rescate Topos Azteca, tiba di Cali pada hari Rabu untuk bergabung dalam upaya pencarian.
Dampak kerusakan sangat parah di wilayah pedesaan dekat pusat gempa.
Di El Cairo, Valle del Cauca, pos darurat setempat melaporkan bahwa 80 persen infrastruktur perkotaan mengalami kerusakan, dengan sekitar 10 persen bangunan setempat runtuh total.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.