Pihak berwenang menyatakan bahwa Chiba, wilayah yang terletak tepat di sebelah ibu kota Tokyo, telah mencatat curah hujan lebih dari 100 mm per jam sejak Kamis sore.
Angka ini sekitar tiga kali lipat dari rata-rata curah hujan bulan Agustus dan merupakan volume curah hujan tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut.
Kumagai menambahkan bahwa pihak berwenang akan memprioritaskan penyelamatan nyawa dan terus melanjutkan upaya penyelamatan.
Setidaknya enam orang dilaporkan tewas, menurut laporan dari lembaga penyiaran publik NHK, kantor berita Kyodo, dan surat kabar Asahi.
Di antara korban tewas terdapat seorang wanita yang meninggal di dalam mobilnya yang terendam di jalanan yang dilanda banjir, ungkap pihak berwenang. Dua orang lainnya jatuh pingsan di jalanan dan kemudian meninggal dunia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang menggambarkan situasi ini sebagai “tingkat curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Sejumlah layanan kereta api masih dihentikan pada Jumat pagi, sementara beberapa jalan raya utama juga ditutup.
Lebih dari 100.000 rumah tangga diminta untuk mengungsi pada hari Kamis setelah hujan memicu tanah longsor dan pemadaman listrik.