“Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi,” ujar Wijayanto.
Wijayanto menjelaskan gempa Sabtu pagi disebabkan aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Sesar aktif tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan besar.
“Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8–7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto.
Menurut Wijayanto, karakteristik sesar naik busur belakang Flores perlu mendapat perhatian mengingat wilayah tersebut memiliki rekam jejak gempa besar yang dapat memicu tsunami. BMKG pun masih memantau perkembangan aktivitas kegempaan di NTT, termasuk rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7.
Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan mulai dari M2,5 hingga M6,2.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.