JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 di wilayah Mindanao, Filipina, pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 18.01 WIB. Gempa yang turut dirasakan di wilayah Sulawesi Utara tersebut tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan gempa bumi tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M5,2 dan kedalaman 39 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 5,57° LU dan 125,33° BT, atau tepatnya di laut, 214 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Wijayanto mengatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar naik.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Sementara itu, skala II MMI dirasakan di Miangas, Kepulauan Talaud, serta Kendahe, Kepulauan Sangihe.
"Hingga pukul 18.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," terang Wijayanto.
Meski demikian, Wijayanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa bumi guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.