Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Pertimbangkan Serang Eropa Jika AS Eskalasi Perang di Timur Tengah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |00:10 WIB
Iran Pertimbangkan Serang Eropa Jika AS Eskalasi Perang di Timur Tengah
Ilustrasi. (Foto: WANA)
A
A
A

TEHERAN - Iran telah mempertimbangkan untuk menyerang aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika Presiden AS Donald Trump meningkatkan eskalasi perang. Jika ini terjadi, maka perang antara AS dan Iran akan meluas ke wilayah di luar Timur Tengah.

Mengutip dua sumber yang dekat dengan pemerintah Iran, Financial Times pada Rabu (19/8/2026) menyebutkan bahwa pasukan Iran telah mengkaji potensi serangan terhadap aset-aset AS di negara-negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria—negara yang bulan lalu menyetujui penggunaan pangkalan udara Bezmer miliknya oleh pesawat pengisi bahan bakar AS.

Menurut salah satu sumber, wilayah Siprus Selatan yang dikelola Yunani—tempat sebuah pangkalan udara Inggris diserang oleh pesawat nirawak (drone) pada bulan Maret—juga masuk dalam daftar target potensial jika terjadi serangan baru dari pihak AS.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan Iran secara terpisah telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz seandainya terjadi eskalasi lebih lanjut.

Sebuah sumber mengatakan kepada Financial Times bahwa Teheran sedang menyiapkan opsi untuk memperluas konflik jika Trump benar-benar melaksanakan ancaman sebelumnya untuk menyerang infrastruktur Iran.

"Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan membela diri dengan segala cara, melampaui batas kawasan, dan juga menyerang Eropa," ujar sumber tersebut, sebagaimana dilansir TRT.

Laporan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan memudarnya prospek pembicaraan baru antara Teheran dan Washington.

Pada Selasa, Trump menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan atau komunikasi yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan dengan Teheran.

Para pejabat militer Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat dianggap sebagai target.

 

Laporan tersebut juga mengutip pendapat pakar militer yang menyatakan bahwa Iran memiliki rudal yang mampu menjangkau sebagian wilayah Eropa selatan dan tenggara, meskipun efektivitas dan akurasinya dapat menurun pada jarak yang lebih jauh.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas, namun kesepakatan tersebut kemudian gagal di tengah tuduhan pelanggaran dari kedua belah pihak dan kembali memanasnya permusuhan.

Sejak saat itu, upaya diplomatik gagal menghasilkan terobosan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz ataupun dimulainya kembali perundingan mengenai kesepakatan yang lebih luas.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement