JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta penataan pedagang di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, segera dilakukan. Permintaan tersebut disampaikan setelah seorang pelajar tewas dalam kecelakaan yang diduga dipicu kondisi jalan licin di kawasan tersebut.
Pramono mengatakan, Wali Kota Jakarta Timur telah berkoordinasi dengan Direktur Utama Pasar Jaya untuk menata pedagang yang berjualan di luar area pasar atau di dekat jalan raya. Menurutnya, aktivitas pedagang di luar pasar dapat mengganggu lalu lintas dan menyebabkan jalan menjadi licin.
"Sudah diminta untuk pedagang yang berada di luar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Para pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar akan diminta kembali berjualan di dalam area pasar. Penataan tersebut dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin.
"Segera diminta untuk masuk ke dalam dan dilakukan penertiban untuk itu dikoordinasikan oleh Wali Kota Jakarta Timur. Tetapi kemudian karena ini areanya area Pasar Jaya, saya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya juga ikut terlibat," kata Pramono.
Sebelumnya, seorang pelajar berinisial HH (17) tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Induk Kramat Jati, pada Senin (17/8/2026).
Saat melintas, korban diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin. Korban kemudian terjatuh ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, sebuah truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melintas dan menabrak korban hingga meninggal dunia.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.