Hingga Jumat 21 Agustus, beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu 19 Agustus di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare.
BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis 20 Agustus. Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Rabu 19 Agustus, karhutla terjadi di beberapa wilayah, yakni di Desa Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata, Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu, Kecamatan Kota Bangun.
Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare. Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke berbagai titik yang masih bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat. Secara visual pada Kamis 20 Agustus, api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api.
Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas. Hingga Jumat 21 Agustus, penguatan satgas udara telah dilakukan di 6 provinsi prioritas.
Penanganan karhutla wilayah Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing. Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.
Selanjutnya di Sumatera Selatan, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing. Di Kalimantan Selatan BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 3 unit untuk water bombing. Di Kalimantan Tengah, 1 unit heli difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara atau water bombing.