Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, mengatakan bahwa perhatian Presiden dan kunjungan Mendagri memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Aceh.
“Beliau bukan sekadar Wali Nanggroe bagi kami. Wali Nanggroe adalah orang tua. Karena itu, ketika beliau sedang menjalani pemulihan, tentu hati masyarakat Aceh ikut bersama beliau,” ujar Safrizal.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR ini menuturkan, kedekatan Wali Nanggroe dengan masyarakat Aceh tidak hanya terbentuk karena kedudukannya sebagai pemimpin adat, tetapi juga karena perjalanan panjangnya bersama masyarakat dalam berbagai fase kehidupan Aceh.
Menurut Safrizal, pesan Presiden yang disampaikan Mendagri juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat memahami pentingnya sosok Wali Nanggroe bagi Aceh.
“Pesan Bapak Presiden tentu sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan memberikan perhatian kepada tokoh serta masyarakat Aceh,”ujarnya.
“Kami mendoakan Wali Nanggroe segera pulih, kembali ke tanah rencong, berkumpul dengan masyarakat, dan kembali menjadi bagian dari keseharian Aceh seperti yang selama ini kita kenal,” tutup Safrizal.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.