Zulfa mengatakan skema ini dinilai penting untuk menjaga keselarasan antara Tanfidziyah selaku unsur pelaksana kebijakan dengan Syuriyah selaku pemegang otoritas tertinggi di NU. Menurutnya, dengan mekanisme penunjukan melalui AHWA, supremasi Syuriyah akan lebih kuat, termasuk dalam hal evaluasi apabila Ketua Umum Tanfidziyah dinilai melakukan hal yang melanggar arahan Syuriyah.
"Tanfidziyah itu pada hakikatnya adalah pelaksana dari segala kebijakan-kebijakan yang dirumuskan oleh Syuriyah. Dia tidak boleh kemudian tidak searah, tidak seiring dengan Syuriyah. Dengan sistem penunjukan AHWA maka supremasi Syuriyah akan sangat kuat," katanya.
Pertimbangan kedua, kata Zulfa, berkaitan dengan sejumlah informasi yang menurutnya kurang mengenakkan seputar dinamika Muktamar, termasuk isu-isu praktik tidak sehat yang kerap muncul dalam proses pemilihan langsung. Ia berharap ke depan pelaksanaan Muktamar NU dapat berlangsung lebih tenang tanpa praktik-praktik semacam itu.
"Kami berharap ke depan Muktamar tidak perlu lagi ada yang disebut karantina atau penculikan sana-sini, sehingga ke depan NU ketika bermuktamar betul-betul teduh dan kemudian akan terpilih pemimpin yang betul-betul diinginkan baik oleh Tanfidziyahnya maupun Syuriyahnya," ujarnya.
Ia menambahkan skema pemilihan langsung dikhawatirkan berpotensi memunculkan sosok Ketua Umum Tanfidziyah yang memiliki basis kuat karena faktor di luar kapasitas dan kapabilitas, termasuk dugaan intervensi pihak eksternal.
"Orang menyebut mungkin ada intervensi pihak lain eksternal atau apa pun, termasuk ada guyonan karena isi tasnya. Tetapi kemudian itu tidak diinginkan oleh masyayikh, ulama-ulama yang ada dalam Syuriyah dan AHWA," paparnya.
Lima calon Ketua Umum PBNU yang menyepakati mekanisme AHWA tersebut yakni KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.