Kebakaran tersebut terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Afrika Utara, dengan Aljazair dan Tunisia sebagai wilayah yang paling terdampak.
Hingga Minggu sore, otoritas sipil Aljazair masih berupaya memadamkan sebagian titik api; Algerian Press Service melaporkan bahwa 18 dari 19 kebakaran yang terjadi dalam 24 jam terakhir telah berhasil dipadamkan.
Presiden Aljazair memerintahkan pemberian kompensasi bagi keluarga yang terdampak, serta perbaikan rumah dan layanan penting yang mengalami kerusakan.
Ia menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kerugian akibat kebakaran tersebut.
Meskipun Aljazair kerap mengalami kebakaran hutan pada musim panas, perubahan iklim telah memperparah intensitas dan tingkat keparahan kebakaran hutan di negara tersebut belakangan ini.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.