Perhatian terhadap kesejahteraan guru sebenarnya telah diperjuangkan Daniel sejak masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Teluk Bintuni. Saat itu, dia mendorong agar honor dan insentif tenaga pendidik dibayarkan selama 12 bulan, bukan 11 bulan seperti sebelumnya.
"Dan itu bagian dari memberikan motivasi kepada guru-guru, bahkan kepala sekolah," tuturnya.
Menurut Daniel, kebijakan tersebut penting karena guru yang bertugas jauh dari pusat kota menghadapi kebutuhan dan tantangan yang lebih besar. Dukungan terhadap kesejahteraan mereka dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong motivasi dalam menjalankan tugas.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perhatian Daniel ketika kini menjalankan fungsi legislatif. Dia memastikan persoalan pendidikan akan kembali disampaikannya dalam pembahasan sidang anggaran perubahan mendatang, termasuk terkait penguatan anggaran dan kebutuhan tenaga pendidik.
Bagi Daniel, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas SDM. Karena itu, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi juga harus memastikan tenaga pendidik memperoleh dukungan yang memadai.
Dengan pengalaman di birokrasi, legislatif, dan dunia pendidikan, Daniel menilai kebijakan pendidikan perlu terus dikawal agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberi dampak bagi guru dan peserta didik.
Dia berharap penguatan sektor pendidikan menjadi bagian penting dari pembangunan Teluk Bintuni ke depan.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM dan masa depan Teluk Bintuni," tegasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.