Otoritas kesehatan menyebut para korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka traumatis, cedera kepala, memar, hingga luka bakar tingkat pertama, kedua, dan ketiga.
Petugas darurat negara bagian, tenaga medis, otoritas federal, serta personel militer kemudian mendirikan pos komando gabungan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan sekaligus mengamankan area dari potensi bahaya yang masih tersisa.
Penyelidikan terkait penyebab ledakan dan kondisi penyimpanan bahan kembang api masih dilakukan oleh pihak berwenang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.