Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh unsur terkait.
“Yang kita butuhkan adalah tanggap darurat, bukan gagap darurat. Dalam kondisi bencana, keterlambatan respons kesehatan bisa berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada awal September 2026. Gunung yang erupsi yakni Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda (Banten/Lampung).
Kemudian Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Sinabung di Sumatra Utara, dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
PVMBG menegaskan bahwa erupsi serentak pada enam gunung tersebut tidak saling memicu karena memiliki sistem magma yang terpisah.
Sebagai bagian dari Ring of Fire, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif sehingga aktivitas erupsi bersamaan dapat terjadi secara alami tanpa korelasi langsung.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi zona bahaya resmi.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.