Meski pemadaman terus dilakukan, Suharyanto menyebut hal tersebut bukan berarti luasan lahan terbakar otomatis berkurang. Karakteristik lahan gambut memungkinkan api kembali muncul meski telah dilakukan penyemprotan air.
"Apakah nanti jadi berkurang? Nah, ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, dilakukan lagi patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG, hotspot, itu kita patroli. Baik lewat udara maupun darat, ketahuanlah titik kebakaran, fire spot," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.