Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puluhan Rudal Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Serang Kapal Perusak di Hormuz

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |14:11 WIB
Puluhan Rudal Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Serang Kapal Perusak di Hormuz
Ilustrasi.
A
A
A

TEHERAN - Iran telah meluncurkan rudal ke arah pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania dan mengklaim telah menyerang dua kapal perusak Amerika sebagai balasan atas serangan Washington baru-baru ini. Ini merupakan serangan terbaru di tengah langkah Teheran memperluas ancamannya terhadap aset AS dan kapal tanker minyak di kawasan tersebut.

Militer Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 18 dari 20 rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dalam serangan yang menyasar pangkalan AS. Laporan lain menyebutkan beberapa rudal Iran menghantam pangkalan, dengan rekaman diduga menunjukkan ledakan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.

Seorang juru bicara militer menambahkan bahwa sisa rudal jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa di kalangan sipil ataupun kerusakan infrastruktur.

Laporan lain menyebutkan Iran juga menghantam pangkalan AS di Bahrain dan Irak.

Rentetan serangan ini menyusul pengumuman dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengklaim serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Yordania serta kapal perusak tempur AS DDG-119 dan DDG-53, yang dilengkapi dengan rudal jelajah dan sistem tempur Aegis.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengklaim telah melakukan pembalasan dengan cara yang “jauh lebih keras” terhadap “tindakan agresif dan gangguan jahat yang ditujukan pada kapal tanker minyak dan kapal-kapal Iran,” serta menegaskan bahwa mereka telah menimbulkan kerusakan signifikan pada kapal perusak dan fasilitas AS yang menjadi sasaran.

Ancaman terhadap pelabuhan

Serangan rudal lintas batas ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan angkatan laut di kawasan Teluk.

Angkatan Laut Iran telah memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang bersandar di pelabuhan Kuwait dan Bahrain akan menjadi sasaran serangan balasan, serta mendesak awak kapal untuk segera mengevakuasi diri menyusul laporan serangan AS terhadap kapal-kapal Iran, demikian dikonfirmasi oleh penyiar negara IRIB.

 

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan IRIB, otoritas angkatan laut menyatakan bahwa peringatan tersebut dikeluarkan sebagai respons langsung terhadap serangan militer AS yang menyasar sejumlah kapal tanker minyak komersial Iran.

Komando angkatan laut meminta seluruh awak kapal tanker yang berlabuh di pelabuhan Kuwait dan Bahrain untuk segera meninggalkan kapal mereka, seraya memperingatkan secara tegas bahwa kapal-kapal tersebut akan menjadi sasaran tindakan militer.

Peringatan ini menyusul laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Selasa pagi yang menyatakan bahwa sebuah kapal tanker minyak Iran terkena rudal AS di lokasi sekitar 7,4 kilometer dari Pulau Kharg di Teluk.

Tasnim melaporkan bahwa rudal tersebut menghantam kapal di dekat zona labuh utama pulau itu.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi.

Selanjutnya, IRIB melaporkan bahwa pasukan AS menyerang kapal tanker minyak Iran kedua yang berada di lepas pantai Jask, Iran selatan, di luar wilayah Teluk.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement