Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, mengatakan dialog nasional tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan visi antara pemerintah dan berbagai elemen umat Kristen di Indonesia.
Menurut Jeane, kegiatan tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan secara luas dengan melibatkan pimpinan gereja dari berbagai denominasi, perguruan tinggi, serta pimpinan satuan pendidikan keagamaan Kristen.
"Dialog nasional ini penting dalam rangka untuk awal membangun kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak. Ada hal-hal dan program-program tertentu yang perlu kita kolaborasi bersama dengan tokoh-tokoh Kristen, perguruan tinggi, maupun pimpinan satuan pendidikan keagamaan Kristen," tutur Jeane.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah program pembangunan di bidang keagamaan dan pendidikan yang sulit dijangkau pemerintah jika berjalan sendiri. Karena itu, dukungan para tokoh Kristen dibutuhkan agar program-program tersebut dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Karena banyak program-program yang masih sulit dijangkau, ya, dan kita butuh topangan-topangan dari tokoh-tokoh yang berada di sini," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.