Baik minyak mentah Brent, yang merupakan tolok ukur internasional utama, maupun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di atas harga 100 dolar AS pada Jumat.
Sebelum serangan tersebut dilancarkan, kelompok Houthi telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa dan kota pelabuhan utama di Laut Merah, Hudaida.
Namun, mereka tidak menguasai wilayah mana pun yang berbatasan langsung dengan Selat Bab al-Mandeb.
Sebelumnya, kelompok Houthi telah menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal untuk mengganggu lalu lintas pelayaran di Laut Merah.
Meskipun Arab Saudi telah melancarkan serangan udara sebagai balasan, langkah tersebut gagal menghentikan laju pergerakan cepat kelompok Houthi.
Pertempuran di Yaman telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak pekan lalu—sebagian besar adalah kombatan—menurut data yang dihimpun AFP dari berbagai sumber. Konflik ini juga memaksa hampir 20.000 orang mengungsi dari rumah mereka, menurut data yang disampaikan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Konflik terbaru yang terus berlanjut ini berisiko menyeret kembali Yaman ke dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Kelompok Houthi merebut ibu kota Yaman dan menggulingkan pemerintah sebelum terlibat pertempuran melawan koalisi pimpinan Arab Saudi dari tahun 2015 hingga tercapainya gencatan senjata yang ditengahi PBB pada tahun 2022.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.