Meski demikian, Athanasius mengatakan bahwa Badan Geologi belum menemukan indikasi bahwa Gunung Anak Krakatau akan mengalami erupsi besar yang menyebabkan sebagian tubuh gunung runtuh dan memicu tsunami. Sejak 2018 hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi tersebut.
Athanasius mengimbau masyarakat tetap waspada apabila Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat letusan.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. “Untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun aktivitas gunung berapi lainnya, kita dapat memantau magma Indonesia maupun situs Badan Geologi,” tutup Athanasius.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.