TIMIKA – Satu dari sembilan wanita korban penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil dibebaskan dan dievakuasi ke Timika, Senin (14/9/2026).
Korban dibawa menggunakan helikopter Polri dari Kampung Bela 1 untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengatakan tim sempat melakukan beberapa kali uji penerbangan sebelum akhirnya berhasil mencapai lokasi korban.
"Kami mengecek satu dari sembilan sandera yang selamat ini, ditangkap kelompok bersenjata. Kami dari kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan korban yang disandera ke Timika," ujarnya.
Korban bernama Nemerina Wamang, warga Kampung Jinonin, Distrik Hoya. Setelah dievakuasi, korban langsung menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah, Jalan Agimuga Mile 32.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, tim gabungan menghadapi berbagai kendala, terutama kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Menurut Jermias, keberhasilan evakuasi tersebut diharapkan dapat menjadi awal untuk mengungkap rangkaian penyanderaan yang terjadi.
"Mudah-mudahan dengan upaya hari ini kita bisa membuka tabir pelaku penyanderaan," kata jenderal bintang satu tersebut.
Setelah tiba di Timika, korban belum langsung dimintai keterangan karena masih menjalani observasi dan pemulihan kondisi fisik maupun psikologis.
Polisi menyebut kondisi mental korban menjadi perhatian utama karena masih menunjukkan tanda-tanda trauma akibat penyanderaan.
Sementara terkait dugaan adanya kekerasan terhadap korban, pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan.
Perawatan korban diserahkan kepada pihak rumah sakit sambil menunggu perkembangan kondisi psikologis agar korban dapat memberikan keterangan dengan lebih baik.
Polisi juga berencana melibatkan keluarga dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk menggunakan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman saat menceritakan pengalaman yang dialami. Keterangan korban diharapkan dapat mengungkap lokasi sandera lain.
"Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya,"ujarnya.
Menurut dia, langkah penyelamatan dilakukan sebagai upaya kemanusiaan sekaligus mencegah munculnya konflik baru antarwarga.
“Kita juga mengapresiasi kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi evakuasi meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu,”pungkasnya.
Sekadar diketahui, penyanderaan terhadap sembilan warga sipil oleh KKB Papua terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sejak Selasa 18 Agustus 2026.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.