Faisal mengungkapkan, bahwa Gempa Flores M7,7 juga menjadi momentum penting untuk melakukan validasi Peta Bahaya Gempa Bumi melalui integrasi data observasi instrumental dengan hasil survei dan verifikasi kondisi kerusakan di lapangan.
“Gempa Flores M7,7 ini menjadi momentum penting bagi BMKG untuk melakukan validasi Peta Bahaya Gempa Bumi. Hal ini dilakukan melalui integrasi antara data observasi instrumental dengan hasil survei dan verifikasi kondisi aktual kerusakan di lapangan,” katanya.
Faisal juga menegaskan bahwa BMKG terus bertransformasi dari paradigma pemantauan menuju ekosistem layanan peringatan dini berbasis dampak (Impact-Based Early Warning Services). Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih spesifik, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan maupun masyarakat di wilayah berisiko tinggi.
“Gempa Flores memberikan pengingat sekaligus peluang untuk belajar bersama, memperkuat data, menyempurnakan kebijakan, dan membangun Indonesia yang lebih tangguh. Dari satu kejadian kita membangun pengetahuan, dari pengetahuan kita merumuskan kebijakan yang kuat, dan dari kebijakan kita membangun infrastruktur yang tangguh,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.