JAKARTA - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) memiliki pasukan elite Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Pasukan khusus TNI AD ini memiliki spesialisasi dalam bidang sabotase ataupun intelijen serta operasi tempur dengan misi khusus.
Pasukan khusus ini diprakarsai Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menjabat Pangkostrad. Peleton Intai Tempur (Tontaipur) dan resmi berganti Kompi Intai Tempur (Taipur) pada 2005. Sejak awal dibentuk, prajurit Taipur langsung diterjunkan ke sejumlah medan operasi.
Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, mengatakan, latihan pembentukan Taipur merupakan salah satu tahapan penting dalam menyiapkan prajurit terpilih Kostrad yang memiliki kemampuan khusus, ketangguhan fisik dan mental, serta kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas dan dinamika lingkungan strategis.
“Melalui proses seleksi dan latihan yang intensif, para prajurit Taipur dibentuk untuk menguasai tujuh komponen kemampuan utama,” ujar Fadjar saat menutup Latihan Pembentukan Taipur XII Kostrad di Menlatpur Kostrad, Jatiluhur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, prajurit Taipur harus siap ditugaskan dimana saja, termasuk saat terlibat dalam operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia pada 2011.
Prajurit Taipur memiliki kemampuan yang tidak main-main. Mereka mempunya keahlian khas melakukan infiltrasi ke jantung musuh secara senyap untuk melakukan sabotase.
Prioritas yang diberikan adalah tugas-tugas infiltrasi di gunung dan kota. Bekerja secara senyap, tapi efektif. Ciri seperti itu membuat Kompi Taipur kurang familiar di telinga masyarakat. Namun, untuk keahlian, prajurit memiliki keahlian khusus bertempur di darat, laut, dan udara.
Seorang prajurit yang ingin menjadi pasukan Taipur harus menjalani pelatihan yang sangat berat dan berjenjang. Mereka harus ditempa selama tujuh bulan di Cilodong hingga puncaknya dilatih pasukan Cakra di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Pada tahap pertama, mereka menjalani latihan tempur di medan latihan Kostrad di Gunung Sangga Buana, Kompleks Latihan Kostrad, Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Kemudian, berlatih intelijen/Sandha di Pusdik Passus, Batujajar, Bandung. Dalam latihan ini, Kostrad menitikberatkan latihan pada intelijen tempur.
Tahap III terdiri atas latihan teknik tempur bawah air di Satuan Pasukan Katak Armada RI Kawasan Barat, di Pondok Dayung dan Pulau Damar, teluk Jakarta Utara. Tahap IV latihan aplikasi latihan berganda di Situ Lembang, Bandung.
Para prajurit dibekali latihan tempur di alam terbuka, teknik tempur di bawah air, hingga pertempuran jarak dekat atau perkotaan dalam mengikuti pelatihan. Prajurit yang tergabung dalam Kompi Taipur menguasai teknik intelijen tempur dan mampu menembus pertahanan musuh secara senyap dan efektif.
Ciri khas lain prajurit Taipur memiliki senjata berupa senapan serbu, pistol, sangkur, sniper dari negara-negara produksi alutsista kelas wahid. Prajurit Taipur juga memiliki keahlian sumpit mematikan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.