Sigit menjelaskan bahwa pesanggrahan bukan sekadar tempat latihan bela diri, melainkan ruang belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan berbagai persoalan bersama melalui semangat kekeluargaan.
Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka tidak hanya bagi anggota PTBI, melainkan bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat umum. Selain sebagai pusat pembinaan pencak silat, balai tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya dan pelestarian berbagai kearifan lokal Banten.
Kapolri berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga semangat persatuan dalam mengembangkan pencak silat Tjimande serta debus hingga ke tingkat nasional. Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Banten, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkas Kapolri.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.