Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Menangis di Gontor, Teringat Penderitaan Warga Palestina

Felldy Utama , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |13:16 WIB
Prabowo Menangis di Gontor, Teringat Penderitaan Warga Palestina
Presiden Prabowo Subianto (foto: tangkapan layar)
A
A
A

PONOROGO - Presiden Prabowo Subianto sempat menghentikan sambutannya, dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Sambil mengusap air mata dengan handuk kecil, Prabowo kemudian meminta maaf kepada para hadirin karena sempat menghentikan sambutannya.

Prabowo mengaku tak kuasa menahan air mata karena teringat penderitaan yang dialami warga Palestina.

"Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, kondisi tersebut seharusnya mendorong seluruh anak bangsa, khususnya para kiai, ulama, dan pendidik di institusi pendidikan keagamaan seperti Pondok Modern Darussalam Gontor, untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat.

"Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," ujarnya.

 

Prabowo mengajak masyarakat belajar dari sejarah dan berani melihat kelemahan bangsa sendiri. Menurut dia, kejujuran diperlukan untuk mengakui berbagai kekurangan yang masih dimiliki Indonesia.

"Kita harus belajar dari sejarah. Tadi dikatakan, ya, kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah. Dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri," tuturnya.

Prabowo juga meminta generasi penerus, termasuk para ustaz dan ulama, untuk membangun keberanian dalam mengakui serta memperbaiki kelemahan bangsa.

"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," kata Prabowo.

 

Dia mengingatkan bahwa Indonesia pernah berada di bawah penjajahan bangsa lain. Menurut Prabowo, pengalaman tersebut merupakan kenyataan pahit yang harus menjadi pelajaran bagi generasi saat ini.

"Bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, berjuang, melawan. Tapi cukup lama kita berada di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ," ujarnya.

Prabowo kemudian menegaskan pentingnya membangun bangsa yang kuat agar Indonesia tidak kembali berada di bawah kekuasaan bangsa lain.

"Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement