Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Hampir Picu Perang dengan China Gara-Gara Laporan Intelijen yang Disusun AI

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 20 September 2026 |13:58 WIB
AS Hampir Picu Perang dengan China Gara-Gara Laporan Intelijen yang Disusun AI
Ilustrasi.
A
A
A

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) hampir melakukan penggerebekan terhadap sebuah kapal China di Timur Tengah awal tahun ini dan berpotensi memicu pecahnya perang antara kedua negara besar tersebut. Menurut laporan CNN, penggerebekan yang hampir terjadi tersebut diduga berdasarkan laporan intelijen keliru yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Intelijen AS mengindikasikan bahwa kapal tersebut membawa komponen yang terkait dengan senjata nuklir, sehingga mendorong pasukan Amerika bersiap untuk mencegatnya, lapor CNN pada Jumat, (18/9/2026) mengutip empat sumber anonim yang mengetahui insiden itu.

Namun, operasi tersebut dibatalkan setelah para pejabat menyimpulkan bahwa chatbot AI yang digunakan oleh seorang analis telah salah mengidentifikasi muatan kapal tersebut.

CNN mengutip pernyataan salah satu sumber yang menyebut laporan intelijen itu "sepenuhnya keliru" namun "hampir memicu perang."

Laporan tersebut tidak merinci apa sebenarnya muatan kapal itu ataupun ke mana tujuannya.

Komando Pusat AS (CENTCOM)—yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di Timur Tengah—tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai insiden yang dilaporkan tersebut.

Laporan CNN ini muncul setelah timbul kegemparan awal bulan ini ketika seorang peneliti mengundurkan diri secara terbuka dari perusahaan AI terkemuka, Anthropic, karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat lepas dari kendali manusia.

Seorang karyawan Anthropic lainnya, yang tidak mengundurkan diri, menyatakan secara terbuka bahwa "kami benar-benar meyakini bahwa AI dapat membunuh seluruh umat manusia," dan berpendapat bahwa kemungkinannya lebih besar dari "10 persen dalam satu dekade mendatang."

Terlepas dari berbagai peringatan tersebut, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah sekutu utamanya telah menyuarakan penolakan terhadap pembatasan drastis pengembangan kecerdasan buatan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement