Pelanggaran mereka "melibatkan uang dalam jumlah yang sangat besar, bersifat sangat serius, dan menimbulkan dampak negatif yang signifikan," demikian pernyataan tersebut.
Kasus ini akan dilimpahkan kepada otoritas penuntutan militer untuk peninjauan hukum dan penuntutan lebih lanjut.
Surat kabar resmi militer China, PLA Daily, menyatakan bahwa kedua jenderal tersebut "secara serius mengkhianati kepercayaan dan harapan Komite Sentral Partai serta Komisi Militer Pusat".
Surat kabar itu menambahkan bahwa keduanya "secara serius membiarkan berkembangnya masalah politik dan korupsi yang melemahkan kepemimpinan mutlak Partai atas militer" serta mencoreng citra angkatan bersenjata.
Langkah pembersihan ini merupakan bagian dari gerakan antikorupsi yang lebih luas, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 200.000 pejabat sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012. Komisi Militer Pusat (CMC) memiliki tujuh anggota pada tahun 2022, termasuk Zhang. Kini, hanya tersisa dua anggota, yakni Xi dan Jenderal Zhang Shengmin—yang menggantikan He Weidong setelah He diberhentikan.
Zhang memegang kekuasaan yang luar biasa besar bagi seorang perwira militer dalam sistem Partai Komunis yang bersifat sipil. Ia diangkat menjadi anggota CMC pada 2017 dan meraih pangkat jenderal penuh pada tahun yang sama, sembari menjabat sebagai wakil sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin, badan antikorupsi tertinggi di China.