Hal ini sejalan dengan visi Partai Perindo sebagai partai pro ekonomi yang terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Tanpa adanya infrastruktur dasar yang memadai, perputaran roda ekonomi di daerah terisolasi akan sulit berkembang dan berdaya saing.
Sebagai Ketua DPD Partai Perindo TTS, Marthen menegaskan hak warga atas infrastruktur harus diperjuangkan secara nyata sebelum proyek berakhir. Karena itu, dia meminta kebijakan penyesuaian jalur pemasangan listrik agar tidak mengabaikan ratusan keluarga di Niku.
“Saya bertemu dan berkoordinasi dengan Manager PLB ULP Soe untuk bisa dilanjutkan dengan UP2K Kupang. Sekiranya peta jalur rencana pembangunan listrik dapat direvisi,” ujarnya.
Revisi peta jalur menjadi krusial mumpung proyek pembangunan jaringan masih berlangsung di dusun yang sama. Apabila perkampungan ini terlewat dari target pengerjaan saat ini, masyarakat terancam harus menunggu lebih lama lagi dalam kegelapan.
“Kalau tidak sekarang, maka kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lama lagi baru bisa mendapatkan akses. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, sekiranya masyarakat Niku bisa mendapatkan akses listrik,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.