Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |10:20 WIB
Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri
Presiden Serbia Aleksandar Vucic.
A
A
A

BEOGRAD — Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (27/9/2026) menjelang pemilihan umum parlemen dini. Vucic, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, berencana mencalonkan diri kembali sebagai kandidat dari partai berkuasa, Partai Progresif Serbia (SNS), namun kali ini untuk memperebutkan jabatan perdana menteri.

Vucic mengumumkan langkah tersebut dari istana kepresidenan, seraya menyatakan bahwa pidatonya itu akan menjadi yang terakhir dalam kapasitasnya saat ini. Ia mundur di tengah masa jabatan presiden keduanya dan, menurut Konstitusi Serbia, tidak dapat mencalonkan diri lagi untuk jabatan tersebut. Pemilihan baru harus diselenggarakan dalam waktu tiga bulan setelah pengunduran diri presiden.

Vucic pertama kali mengumumkan niatnya untuk meninggalkan jabatannya dalam sebuah rapat umum pada bulan Juni.

Pemilihan parlemen dini yang akan datang berarti warga Serbia harus memberikan suara dua kali tahun ini. Pemilihan umum parlemen dini dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober, di mana Vucic diperkirakan akan maju sebagai pemimpin partainya, SNS, dan berpotensi menduduki jabatan perdana menteri jika partai tersebut keluar sebagai pemenang.

Kerumunan besar pendukung Vucic berkumpul di luar istana kepresidenan untuk melepas kepergiannya. Sebagian membawa spanduk bertuliskan "Terima kasih" serta menjuluki Vucic sebagai "jenius politik." Vucic menemui langsung para pendukungnya setelah menyelesaikan pidato dan menandatangani surat pengunduran dirinya di hadapan kamera.

"Malam ini menandai kesempatan terakhir saya, saat terakhir saya berada di gedung indah ini sebagai presiden. Saya telah menjabat sebagai presiden lebih lama dibandingkan siapa pun dalam sejarah Serbia sejak diterapkannya demokrasi multipartai. Saya bangga telah mencapai hal ini berkat suara dan dukungan Anda semua," ujar Vucic dalam pidatonya, sebagaimana dilansir RT.

Masa jabatan kedua Vucic, yang sedianya berlangsung hingga Mei 2027, selama dua tahun terakhir diwarnai oleh protes anti-pemerintah yang berulang serta bentrokan sporadis antara pengunjuk rasa dan polisi. Gejolak ini dipicu oleh bencana di stasiun kereta api Novi Sad pada tahun 2024, di mana runtuhnya kanopi beton menewaskan 16 orang.

Tragedi tersebut memicu gerakan anti-pemerintah yang lebih luas, yang menuduh pihak berwenang melakukan kelalaian dan penyalahgunaan dana publik, serta membiarkan infrastruktur peninggalan era Yugoslavia terbengkalai hingga rusak. Vucic secara konsisten membantah tuduhan tersebut; ia justru berpendapat bahwa kerusuhan itu dipicu oleh pihak Brussels sebagai bagian dari kampanye tekanan yang bertujuan mendorong Beograd agar menyelaraskan kebijakan luar negerinya lebih erat dengan Uni Eropa.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement