Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Ada CCTV di Rumah Dinas Lapas Cibinong, DPR: Aneh dan Konyol

Felldy Utama , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |18:58 WIB
Tak Ada CCTV di Rumah Dinas Lapas Cibinong, DPR: Aneh dan Konyol
Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI. (Foto Felldy Utama/Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, mencecar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, terkait ketiadaan kamera pengawas (CCTV) di area rumah dinas lapas. Pertanyaan tajam itu mengemuka setelah Ombudsman RI menemukan fasilitas mewah—seperti sofa dan kulkas—yang diduga diperuntukkan bagi warga binaan di lokasi tersebut.

Dugaan pelanggaran itu ditanyakan langsung oleh Yanuar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Yanuar menyoroti temuan barang-barang berukuran besar oleh Ombudsman RI di rumah dinas yang berada di lingkungan Lapas Cibinong.

“Ini barang gede, Pak. Pertanyaan saya sederhana, Pak. Di area situ ada CCTV tidak, Pak?” tanya Yanuar.

“Tidak ada, Bapak,” jawab Wisnu.

Mendengar jawaban tersebut, Yanuar langsung mempertanyakan alasan di balik ketiadaan fasilitas keamanan itu, terlebih Wisnu telah menjabat sebagai Kalapas Cibinong selama tiga tahun.

“Kenapa tidak ada? Anda tiga tahun lo di sana,” cecarnya.

Wisnu berdalih bahwa pemasangan CCTV di lapas selama ini hanya diprioritaskan untuk area blok-blok hunian narapidana.

Namun, Yanuar menilai alasan tersebut tidak logis. Ia lantas mempertanyakan urgensi pemasangan CCTV di area rumah dinas yang tergolong sebagai salah satu titik vital.

 

“Menurut Anda penting tidak ada CCTV di situ untuk pengamanan?” tanya Yanuar.

“Penting, Bapak,” jawab Wisnu.

“Kenapa tidak dipasang? Apa hanya untuk menutup-nutupi pemberian fasilitas kepada warga binaan?” sergah Yanuar.

“Tidak, Bapak,” sahut Wisnu singkat.

Legislator dari Fraksi PKS itu menilai sikap Kalapas sangat tidak profesional. Pasalnya, meski telah menjabat selama tiga tahun dan melewati tiga siklus anggaran, pihak lapas tidak pernah mengusulkan pengadaan CCTV di titik krusial tersebut.

“Kan aneh, Anda tiga tahun di sana, ada tiga periode anggaran, Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV. Kan konyol namanya ini,” tuturnya.

Yanuar menegaskan, keberadaan CCTV di area vital sangat krusial untuk membongkar kebenaran di balik temuan Ombudsman ini secara transparan kepada publik.

“Padahal kalau itu ada, selesai kok. Kita tahu siapa yang keluar masuk di situ, siapa yang angkat-angkat barang di sana. Iya, kan? Ini kita harus jelaskan ke publik, Pak, sejelas-jelasnya, seterang-terangnya,” pungkas Yanuar.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement