Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan Jadi Calon Kuat Sekjen PBB Baru

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |01:05 WIB
Diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan Jadi Calon Kuat Sekjen PBB Baru
Diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan.
A
A
A

JAKARTA - Rebeca Grynspan dari Kosta Rika tampaknya unggul dalam persaingan memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah putaran keempat pemungutan suara informal, menurut keterangan seorang diplomat.

Grynspan, seorang diplomat senior yang memimpin badan perdagangan dan pembangunan PBB (UNCTAD), menempati posisi teratas dalam tiga dari empat pemungutan suara awal (straw polls), namun hak veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara dapat menghambat momentumnya.

Ia memperoleh 10 suara dukungan pada Selasa (29/9/2026), tiga suara menyatakan "tidak mendukung", serta dua suara menunjukkan sikap netral atau tanpa pendapat, menurut diplomat yang meminta namanya dirahasiakan — sebuah informasi yang juga sejalan dengan laporan media khusus yang meliput PBB.

Sebanyak tujuh kandidat — empat perempuan dan tiga laki-laki — bersaing untuk menggantikan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dari Portugal, yang akan mengakhiri masa jabatan lima tahun keduanya pada 31 Desember 2026.

Mantan Menteri Luar Negeri Guyana, Carolyn Rodrigues-Birkett — yang sebelumnya unggul tipis pada putaran kedua proses pemilihan tertutup untuk menentukan pemimpin PBB berikutnya — menempati posisi kedua dengan perolehan delapan suara dukungan.

Kandidat lainnya mencakup Rafael Grossi dari Argentina (yang berada di posisi ketiga dan saat ini memimpin badan pengawas nuklir PBB), Macky Sall dari Senegal, Ivonne A-Baki dan Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, serta Olara Otunnu dari Uganda.

Beberapa kandidat diketahui telah bertemu dengan para pemimpin dunia selama Sidang Majelis Umum — agenda diplomatik utama PBB — di markas besar PBB di New York pekan lalu.

Muncul pula rumor yang terus beredar bahwa seorang kandidat kompromi bisa saja dimunculkan secara tiba-tiba dalam proses ini atas kehendak lima anggota Dewan Keamanan yang memiliki hak veto: Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement