Saleh pernah mengutip petuah seniornya, almarhum Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, “Jangan jauh dari anggota. Semakin dekat dengan anggota, semakin cepat kau ketahui masalah.”
Di Kementerian Pertanian kelak Saleh wajib duduk di pematang sawah dan bertanya kepada petani: setelah panen, berapa yang benar-benar dibawa pulang untuk keluarganya? Sebab setiap hamparan sawah mempunyai cerita.
Baret Merah di Hamparan Sawah
Saleh juga masih mengingat pesan Prabowo Subianto sejak masa mudanya di lingkungan pasukan khusus, “Jadilah prajurit menangan, jangan jadi prajurit kalahan.” Juga pesan berikutnya,
“Train hard, fight easy.”
Dulu Prabowo adalah jenderal yang menggembleng para perwira muda baret merah, termasuk Saleh. Hari ini, sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo mengirim salah seorang bekas anak buahnya memasuki medan yang berbeda, kedaulatan pangan.
Seragam boleh berganti. Medan boleh berubah. Tetapi hakikat pengabdian tetap sama.
Jika dahulu Saleh menjaga mereka yang berada di garis depan pertahanan negara, kini ia ikut menjaga mereka yang berada di garis depan kedaulatan pangan.
Saya membayangkan sebuah gambar. Seorang putra Ternate berdiri di pematang sawah. Dari kejauhan terdengar tifa. Di sampingnya berdiri seorang lelaki Bugis bernama Amran Sulaiman. Di depan mereka padi mulai menguning.
Selamat bertugas, Bro Saleh.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.