SEOUL — Militer Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara telah meluncurkan setidaknya satu rudal balistik pada Sabtu (3/10/2026). Peluncuran ini terjadi sehari setelah Pyongyang menyebut Seoul "tercela" akibat menuntut permintaan maaf atas insiden ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga tentaranya.
"Militer kami mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan, Korea Utara, ke arah Laut Timur," ujar Kepala Staf Gabungan Seoul dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026). Laut Timur merupakan penamaan Korea Selatan untuk perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Sebelumnya, Pyongyang membantah terlibat dalam ledakan ranjau darat bulan lalu di dalam DMZ—wilayah penyangga yang dipenuhi ranjau dan memisahkan kedua Korea sejak gencatan senjata tahun 1953.
Namun, Seoul serta Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau Korea Utara yang dipasang di sisi perbatasan wilayah Korea Selatan. Atas kejadian tersebut, militer Korea Selatan menuntut permintaan maaf resmi dari pihak Utara pada awal pekan ini.
Sehari kemudian, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang cenderung mengedepankan pendekatan damai, mendesak Pyongyang untuk kembali membuka ruang dialog.
Kendati demikian, pada Jumat (2/10/2026), Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara yang berpengaruh, membantah tuduhan tersebut dan menepis tuntutan Seoul. Ia merespons keras sikap Korea Selatan serta menyebut pihak Selatan "tercela".
Uji coba rudal balistik ini pun menandai eskalasi ketegangan terbaru di Semenanjung Korea usai insiden ledakan ranjau darat tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.